Kembali ke Habitat Epidemiolog Kesehatan

Kembali ke Habitat Epidemiolog Kesehatan

Buat saya, menjadi seorang epidemiolog kesehatan adalah mengerjakan hobby yang dibayar. Apapun kegiatannya selalu bisa dianggap sebagai petualangan dan hiburan. Tinggal bagaimana sikap kita memperlakukannya.

~Sri Prihatiningsih~

Menentukan Pilihan

Episode ketika mendapat kesempatan dipromosi sebagai seorang pejanat structural, sebenarnya bukanlah babak terbaik dalam hidup Saya. Sebab, walaupun merupakan salah satu jabatan yang mungkin diinginkan banyak orang, tetap bukan merupakan jalur karir yang ingin Saya tekuni. Namun, karena sudah mendapat kepercayaan oleh atasan, Saya akhirnya memilih untuk mengamankan kepercayaan itu. Jadi, begitulah Saya menjadi seorang kepala tata usaha di salah satu Puskesmas sebuah kota Kabupaten yang permai.

Masa kerja sebagai pejanat struktural ini, tidak berlangsung lama. Hanya kurang dari tiga tahun Saya bertahan di sana. Bukan karena tidak betah. Juga bukan sebab dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat, melainkan murni pilihan sendiri yang ingin kembali fokus sebagai seorang epidemiolog kesehatan.

Sehingga Saya kemudian mengajukan pengunduran diri dari jabatan struktural tadi dan berpindah kembali ke jabatan fungsional sesuai pengajuan awal dulu, yaitu jabatan epidemiolog kesehatan ahli muda.

Masih di Tempat yang Kurang Tepat

Berbeda dengan jabatan fungsional yang bisa dilakukan pengangkatan pertamanya kapan saja, mutasi jabatan struktural harus mengikuti jadwal yang dibuat pemerintah daerah. Sehingga surat pengunduran diri yang saya ajukan sejak Bulan Maret baru bisa direalisasi Bulan Oktober.

Namun, walaupun sudah mundur dari jalur struktural, dan diangkat kembali menjadi seorang epidemiolog kesehatan ahli, tempat tugas Saya yang berikutnya ternyata masih belum nyambung dengan bidang epidemiologi kesehatan — yaitu di seksi Pembiayaan Kesehatan.

Meskipun epidemiologi kesehatan memang bidang keilmuan yang punya lingkup keilmuan cukup luas, tetapi bidang jaminan kesehatan lebih tepat merupakan ranah kerja seorang administrotor kesehatan, ketimbang seorang epidemiolog kesehatan. Hanya saja, karena tidak ada lagi orang yang bisa ditugaskan di sana, Saya tetap diperbantukan dan bertugas di sana.

Menit berganti jam, kemudian berubah menjadi hari dan berkejaran menjadi bulan. Setelah berkonsultasi dengan para pengelola jabatan fungsional, Saya akhirnya mengajukan pindah tugas lagi ke bagian yang lebih sesuai dengan bidang kerja seorang epidemiolog kesehatan. Yaitu bagian yang bertanggung jawab mengelola program penyakit atau penanggulangan masalah kesehatan.

Menjadi Pengelola Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Setelah lima tahun bertugas di seksi Pembiayaan Kesehatan, Saya kemudian berpindah lagi ke seksi Penanggulangan Kesehatan Masyarakat di Bidang Kesehatan Sekunder. Nama bagiannya memang terkesan aneh. Sebab, waktu Saya pindah dulu, SOTK kesehatan di kabupaten kami memang unik, karena tidak mengikuti SOTK instansi kesehatan di atasnya). Sehingga ketika SOTK ini dibenahi kembali, baru Saya ditugaskan di seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular

Akhirnya, Saya bisa bertugas di tempat yang merupakan habitas seorang epidemiolog kesehatan. Sebuah tempat di mana, keilmuan dan keahlian seorang epidemiolog kesehatan bisa diterapkan. Sejak itu lah Saya bertanggung jawab mengelola program pencegahan dan pengendalian penyakit Tular Vektor dan zonosis. Yaitu semua penyakit yang ditularkan oleh vektor, seperti demam berdarah dengue (DBD), Chikungunya, Filariasis, Cacingan dan Malaria. Juga penyakit yang sumber penularannya dari binatang, seperti rabies, leptospirosis, pes, anthrax dan flu burung.

Memang banyak ya? Hampir delapan program pencegahan dan pengamatan penyakit yang Saya pegang. Tetapi, karena memang merupakan lingkup bidang keahlian yang Saya sukai dan kuasai, tetap menyenangkan untuk menjalaninya. Dan seperti quote yang tercantum di awal artikel ini, menjalani aktivitas sebagai seorang epidemiolog kesehatan hampir seperti mengerjakan hobi yang dibayar. Walaupun banyak program dan kegiatan, semuanya selalu bisa dipandang sebagai sebuah petualangan dan hiburan.

Jadi, begitulah. Sekarang Saya sudah kembali berkiprah di habitat seorang epidemiolog kesehatan. Dan mulai memperbaiki satu per satu keadaan kesehatan yang masih belum sesuai target program. Meskipun mungkin butuh waktu, tetapi saya optimis, semua penyakit ini bisa diatasi pada waktunya. Poin lebihnya, Saya tetap bisa melakukannya dengan bahagia. Dan apapun yang dikerjakan dengan bahagia, akan memberikan energi lebih untuk perbaikan kondisinya.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply