Mengantisipasi Terjadinya Keracunan Pangan

Mengantisipasi Terjadinya Keracunan Pangan

Pelatihan Keamanan Pangan

Hari ini dapat kesempatan belajar lagi tentang keamanan pangan. Sebenarnya sih ini akibat sedang pengajuan nomor registrasi produksi industri rumah tangga. P-IRT, untuk produk bumbu siap pakai yang sedang dirintis. Dan ternyata ilmunya keren banget lho. Semua tentang keamanan pangan termasuk bahan tambahan pangan dan pelabelan merupakan materi yang dibahas. Trus, apa hubungannya dengan “Mengantisipasi Keracunan Pangan”?

Jelas berhubungan, dong. Sebab, melaksanakan semua poin tentang keamanan pangan, merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kode P-IRT yang selanjutnya akan bisa membuat para pelaku bisnis pangan terhindar dari hal-hal yang membahayakan. Termasuk dari kemungkinan kejadian keracunan pangan.

Lalu, kenapa artikel ini masuk dalam kategori KLB around the world? Alasannya karena keracunan pangan — jika terjadi, memang termasuk dalam kriteria kejadian luar biasa dalam hal masalah kesehatan.

Baca Juga Payung Hukum dalam Penanggulangan KLB

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 2 tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan, di sana dijelaskan bahwa Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan koordinasi dalam penanggulangannya. Merupakan suatu kejadian di mana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengonsumsi pangan; dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber keracunan.

Nah, dari materi yang disampaikan dalam pertemuan hari ini, selain refreshing saya juga mendapat tambahan ilmu baru mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keracunan pangan. Apa saja sih faktor-faktor nya?

Bahaya Keracunan Pangan

Pangan yang dikonsumsi sehari-hari baik yang dibuat sendiri maupun membeli dari orang lain, bisa menimbulkan bahaya keracunan tanpa kecuali. Bahaya ini bisa bersumber dari faktor fisik, kimia maupun mikrobiologi. Bahaya keracunan pangan bisa terjadi dalam proses pembuatan, dari peralatan yang digunakan, akibat kondisi dan perilaku orang yang memproduksi pangan juga pengaruh lingkungan di sekitar tempat produksi

Yuk, kita bahas satu per satu

Sumber bahaya keracunan pangan bisa berupa:

1.Faktor Fisik

Bentuk fisik pangan, bisa menjadi sumber bahaya keracunan pangan. Contohnya, kemasan botol yang retak, bisa memicu bahaya jika retakan itu masuk dalam pangan tersebut dan Kita konsumsi.

2. Faktor Kimia

Sebenarnya semua yang ada di muka bumi bisa disebut sebagai zat kimia, karena terbentuk dari unsur-unsur kimia — termasuk pangan. Toleransi penerimaan pangan ini ternyata tidak sama untuk semua orang. Ada saja mereka yang alergi terhadap zat-zat tertentu yang dikandung pangan. Sehingga hal tersebut bisa membahayakan juga dalam konsumsi pangan.

3. Faktor mikrobiologi

Mikrobiologi yang tak kasat mata, tetapi ada bisa mencemari pangan, yang jika dikonsumsi akan bisa membayakan kita juga.

Penyebab keracunan pangan di atas, bisa terjadi pada tiap tahap yang terkait produksi pangan. Di antaranya yaitu:

1.Proses Produksi Pangan

Proses produksi pangan tentu terdiri atas beberapa tahapan, sejak persiapan, pemilihan bahan, proses produksi dan proses pengemasannya. Langkah terbaik untuk Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, di antaranya adalah dengan menyusun bagan proses produksi. Sehingga jelas tahapannya dan juga siapa yang bertanggung jawab melaksanakannya.

2. Peralatan Produksi Pangan

Slam memproduksi bahan pangan, Kita pasti membutuhkan alat atau perkakas. Jika tidak memperhatikan kondisi dan kebersihan tiap alat ini akan bisa membayakan pangan yang Kita produksi. Yang bisa jadi akan menyebabkan keracunan pangan.

3. Pelaku Produksi Pangan

Manusia sebagai pelaku produksi pangan ternyata bisa menjadi penyebab atau perantara keracunan pangan juga. Bisa dari diri sendiri maupun dari perilaku dalam melakukan produksi pangan.

Misalnya, pelaku produksi pangan yang senang menggaruk kepala saat melakukan proses produksi dapat mencemari pangan yang sedang diproduksi yang pada titik rawan dapan menyebabkan keracunan pangan juga.

4. lingkungan sekitar tempat produksi

Tempat Kita melakukan proses produksi pangan ternyata bisa menjadi sumber bahaya pangan. Orang yang lalu lalang, asap kendaraan, lalat dan masih banyak lainnya dapat menjadi penyebab terjadinya keracunan pangan juga.

KLB Keracunan Pangan

Seperti yang tercantum dalam Peraturan menteri Kesehatan nomor 2 tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan disebutlan bahwa Keracunan Pangan adalah suatu kejadian di mana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengonsumsi pangan; dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber keracunan.

Selama hampir sepuluh tahun bertugas di bagian Surveilans Epidemiologi yang bertanggung jawab mengelola kejadian luar biasa, membuat saya sedikit memahami permasalahan keamanan pangan ini. Tetapi, meskipun sudah berhati-hati sekali pun, tetap ada saja kemungkinan sedikit kelalaian yang kadang disasari atau tidak oleh para pelaku produsen pangan. Sehingga untuk mengantisipasi hal ini, bisa dilakukan manajemen data terkait produksi dengan baik. Maksudnya, setiap pangan yang diproduksi harus jelas kode produksinya, cara dan tahapan proses produksinya, penyimpanan dan harus juga menyimpan satu atau beberapa unit hasil produksi sebagai sampel yang bisa digunakan untuk pemeriksaan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu contoh KLB keracunan pangan yang pernah saya tindak lanjuti adalah keracunan akibat mie pada beberapa siswa di salah satu Sekolah Dasar di Kota kami. Gejala yang dialami adalah mual, muntah-muntah, demam dan nyeri perut. Gejala tadi ternyata dirasakan hanya beberapa jam setelah konsumsi pangan yang diduga sebagai penyebab keracunan. Setelah sampel pangan dan muntahan diperiksa ternyata KLB keracunan pangan yang terjadi akibat kontaminasi nitrit dalam mie. Kemudian setelah ditelusuri lebih lanjut, ditemukan bahwa kontaminasi nitrit tadi akibat menyimpan mie langsung dalam plastik hitam tanpa dibatasi kemasan lain.

Dari satu contoh KLB keracunan pangan di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa kita harus benar-benar paham dan yakin terhadap semua alat dan proses yang digunakan dan dilakukan dalam memproduksi pangan. Sehingga bila sering dilakukan kita akan terbiasa dan bisa meminimalisir kesalahan akibat kelalaian sendiri.

Jadi, keamanan pangan memang penting. Bukan saja bagi para produsen pangan tetapi juga bagi siapa saja yang mengonsumsi pangan. Jika ini selalu terjaga dan bisa dibuktikan semuanya, maka tak akan ada lagi kejadian luar biasa keracunan pangan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply